Friday, January 4, 2019

Orci Mencari Sahabat

oleh : Fitri Hasanah Amhar
Orci adalah spesies buaya sahul Irian yang tinggal di sungai pedalaman Pulau Papua. Ia adalah anak buaya yang suka menjelajah dan ingin punya banyak teman. Sayangnya, hewan hutan selalu takut duluan melihatnya. Kalau ia mendekat, mereka segera menjauh. Orci sangat sedih karenanya.
“Hati-hati kalau dekat sungai, ada buaya!”
“Iya, kudengar buaya suka memangsa hewan hutan lain.”
Orci sedih sekali mendengar bisik-bisik itu dari hewan hutan yang melewati sungai tempat tinggalnya.
Suatu hari, Arsi si rusa mendekati sungai untuk minum. Namun saat hendak pergi karena sudah selesai, kakinya terbelit tanaman liar tepi sungai. Orci ingin segera menolong. Cepat ia mendekati Arsi.
“Kamu mau apa, buaya? Jangan mendekat!” seru Arsi ketakutan.
“Aku hanya ingin membantumu,” jawab Orci sambil berenang mendekat.
Orci menggigit tanaman liar yang membelit kaki Arsi. Ketika selesai, Arsi segera menepi.
“Terima kasih. Siapa namamu?”
“Aku Orci si anak buaya. Kalau kamu?”
“Aku Arsi si anak rusa. Di sungai ini hanya kamu ya buayanya?”
“Iya. Aku sebenarnya kesepian. Apakah kamu mau berteman denganku?”
Arsi kaget. Wajahnya takut.
“Jangan khawatir, aku tidak memangsamu. Aku makan ikan dan hewan kecil di sungai,” katanya lagi.
Arsi tersenyum lega, ”Kalau begitu, tentu saja!”
Mereka kemudian bermain di tepi sungai. Orci sangat senang karena akhirnya ada yang mau berteman dengannya.
“Aku pulang dulu, ya! Terima kasih tadi sudah membantu!” Arsi pamit pada Orci.
Orci mengangguk, “Terima kasih juga telah menjadi sahabat baruku yang baik!”
Sepulang dari sungai Arsi bertemu Upi Tupai sahabatnya. Arsi menceritakan pengalamannya tadi sewaktu ditolong Orci.
“Masa sih Orci buaya yang baik? Aku tidak percaya,” kata Upi.
“Iya. Kalau kamu tidak percaya, ayo kita main bersama besok!” ajak Arsi
Keesokan harinya Arsi dan Upi berangkat bersama ke sungai. Jantung Upi berdebar keras.
“Orci, aku datang bersama Upi sahabatku!” seru Arsi.
Orci datang mendekat. Upi langsung bersembunyi di belakang tubuh Arsi.
“Halo Upi, salam kenal! Aku Orci anak buaya yang tinggal di sini.”
Upi masih bersembunyi.
“Hmm, kamu takut ya denganku? Kalau begitu apakah jika aku menawarkan tur menjelajah sungai kamu masih takut?”
Upi tertarik. Ia sangat suka petualangan baru. Ia juga belum pernah menjelajah sungai.
Orci menawarkan Arsi dan Upi menaiki punggungnya. Meski sedikit takut, Arsi dan Upi naik ke punggung Orci. Orci perlahan turun ke sungai dengan Arsi dan Upi di atas punggungnya.
Orci membawa Arsi dan Upi menjelajah sungai. Sebagai hewan yang tinggal di darat, Arsi dan Upi takjub dengan keindahan sungai tempat tinggal Orci.
“Ini menakjubkan!” seru Upi.
“Iya, ini petualangan hebat!” seru Arsi.
“Terima kasih atas petulangan yang seru ini, Orci! Kini aku tidak takut bermain denganmu,” kata Upi.
Upi dan Arsi tidak takut lagi berteman dengan Orci. Mereka juga ingin mengajak teman lain untuk bermain bersamanya.


------
Naskah ini pernah diikutsetakan dalam pengajuan naskah rubrik Nusantara Bertutur di Kompas Klasika, Harian Kompas, Desember 2018 dengan syarat 2500 karakter.

6 comments:

  1. Good fit. Ringan sekali ceritanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kham. Kalau ada kritikan pedas boleh bangeeet disampein jugaa utk semua ceritaa

      Delete
  2. Walah mana ada -,-a

    Karena cerita itu masih sepotong. Better bisa dilanjutkan untuk cerita yang baru.

    "Kenapa Orci anak buaya bisa sendirian di situ?"
    Ibu bapak nya dimana?
    Apakah dia terdampar?
    Apakah dia pendatang baru?

    Dan seterusnya dan seterusnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. waw, ini bisa jadi satu buu sendiri ya sepertinya. makasih anak senja :D

      Delete
  3. Wkkw.. aku lbh suka gaya cerita firti yg begini deh.. lebih hidup. Cm sama kaya ilham, kalo bisa lbh detail lagi ceritanya pasti jadi lebih menarik .

    ReplyDelete